Sabtu, 01 Juni 2013

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Difteri

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi
Difteri
Oleh: Dr.Irsyad Herminofa
NO.
KELUHAN PASCA IMUNISASI
PENANGANAN

1.
Nyeri, kemerahan atau bengkak di tempat suntikan.
Dikompres dengan air hangat atau larutan fisiologis NaCl.
2.
Benjolan keras di tempat suntikan, sampai timbulnya abses.
Bawa ke dokter terdekat.
3.
Demam, umumnya pada bayi menderita panas sore hari >38,5°C. setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun dalam 1 – 2 hari.
Antipiretik dan kompres
4.
Pembengkakan Kalenjar Limfe di daerah ketiak atau lipat paha  dan terasa nyeri.
Analgesik atau segera bawa ke dokter terdekat
5.
Anak menangis menjerit yang terus menerus sekitar 3 jam Pasca Imunisasi.
Analgesik,  Antipiretik
6.
Artralgia atau nyeri pada persendian.
Analgesik dan antipiretik atau NSID lainnya.
7.
Neuritis Brachial.
Observasi, kompres pada daerah suntikan
8.
Reaksi alergi, bisa muncul urtikaria, dermatitis, atau edema

Dalam keadaan tertentu dapat diberikan antihistamin dan salicyl talk, sebaiknya tidak diberikan kortikosteroid.
9.
Muntah.

Antipiretik, Analgesik, dan Anti Emetik.
10.
Gelisah dan ketakutan
Analgesik, Antipiretik
11.
Sulit Tidur
Observasi
12.
Shock anafilaksis, adalah suatu syndroma klinis yang ditandai dengan adanya hipotensi, tacycardia, kulit yang dingin, pucat basah, hiperventilasi, perubahan status mental, penurunan produksi urine yang diakibatkan oleh reaksi anafilaksis.

Penanganan Shock anafilaksis.
1.    Baringkan penderita dalam posisi shock yakni  tidur terlentang dengan tungkai lebih tinggi dari kepala pada alas yang keras
2.     Bebaskan jalan nafas
3.    Tentukan penyebab dan lokasi masuknya bahan alergen
4.    Bila masuk melalui ekstremitas pasang torniquette
5.    Berikan Adrenalin 1 : 1000 sebanyak 0,25 ml    sub cutane
6.    Monitor pernafasan dan hemodinamika
7.    Berikan suplemen oksigen
8.    Untuk kasus yang sedang berikan Adrenalin 1 : 1000 sebanyak 0,25 ml intra muskuler
9.    Bila berat berikan Adrenalin 1 : 100- sebanyak 2,5 – 5 ml intra vena
10.  Bila vena colaps berikan Adrenalin sub lingual atau trans tracheal
11.  Berikan Aminophillin 5 – 6 mg/ kg BB Iv bolus diikuti 0,4 – 0,9 mg/kg BB/ menit per drip ini untuk bronchospasme yang persisten
12.  Berikan cairan infus dengan berpedoman  pada kadar hematokrit
13.  Monitor hemodinamika dan pernafasan  
14.  Bila tidak membaik rujuk ke intitusi kesehatan yang lebih tinggi

13.
Reaksi akinetik, kejang, gejala ensefalopati, kelumpuhan akut.

Rujuk Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar