Kamis, 10 April 2014

FAKTOR RESIKO KEHAMILAN


FAKTOR RESIKO KEHAMILAN

PENDAHULUAN
Tidak ada batasan mengenai “KEHAMILAN RESIKO TINGGI” yang dapat diterima secara penuh. Namun, pada umumnya kehamilan resiko tinggi adalah bila kehamilan mencakup hal-hal sebagai berikut :
  1. Ibu dan atau anak pada satu jenis kehamilan tertentu memiliki resiko penyakit atau kematian yang lebih besar dibandingkan kehamilan pada umumnya
  2. Kemungkinan terjadinya komplikasi persalinan pada satu jenis kehamilan tertentu lebih besar dibandingkan kehamilan pada umumnya.
Beberapa kondisi atau karakteristik yang disebut sebagai Faktor Resiko. Keberadaannya akan menyebabkan satu kehamilan menjadi memiliki resiko tinggi.
Dokter harus mengindentifikasi jenis Faktor Resiko pada wanita hamil untuk menentukan derajat resiko kehamilan pada wanita tertentu sehingga dapat memberikan perawatan terbaik agar kehamilan dan persalinan berlangsung dengan baik.
FAKTOR RESIKO SEBELUM KEHAMILAN
Beberapa faktor resiko sudah ada sebelum seorang wanita memperoleh kehamilan.
I. Faktor Resiko Fisik
  1. Usia
    1. Usia <>
    2. Resiko terjadi preeklampsia-eklampsia
    3. Persalinan preterm
    4. Anemia
    5. BBLR – Bayi Berat Badan Lahir rendah
    6. Distosia
  2. Usia > 35 tahun
    1. Hipertensi Dalam Kehamilan
    2. Diabetes Gestasional
    3. Kelainan kromosom
    4. Kematian janin
    5. Solusio plasenta
    6. Plasenta previa
    7. Partus lama
  Berat badan :
  1. Berat badan kurang
    1. BBLR
    2. Partus preterm
  2. b. Berat badan lebih
    1. Bayi besar (makrosomia) dengan segala komplikasinya
    2. Kehamilan posmatur
    3. Hipertensi Dalam Kehamilan
    4. Angka persalinan Sectio Caesar meningkat
  Tinggi Badan :
    1. Wanita dengan tinggi badan <>
    2. Wanita dengan tinggi badan kurang cenderung untuk melahirkan anak preterm dan dengan pertumbuhan yang tidak normal
  Abnormalitas Reproduktif : Kelainan uterus atau servik akan meningkatkan kejadian
  1. Persalinan lama
  2. Abortus berulang (akibat inkompetensia servik atau uterus duplex)
  3. Kelainan letak
II. Faktor Resiko Sosial
  1. Wanita hamil yang tidak menikah ( ‘unwanted Pregnancy’ )
  2. Sosial ekonomi rendah (kelompok ini sering merupakan perokok berat, penyalah gunaan obat, nutrisi yang tidak memadai, akses kepepalayan kesehatan yang rendah)
III. Masalah pada kehamilan sebelumnya :
  1. Persalinan preterm
  2. BBLR
  3. Makrosomia
  4. Janin dengan kelainan kongenital
  5. Riwayat abortus
  6. Persalinan posmatur
  7. Inkompatibiltas Rhesus
  8. Persalinan operatif pervaginam atau sectio caesar
  9. Kematian neonatal
Pasien mungkin memiliki kondisi yang menyebabkan keadaan diatas dapat terulang. Sebagai contoh pasien DM akan cenderung untuk melahirkan anak makrosomia ( BBL > 4000 gram ) atau pasien yang pernah melahirkan anak dengan kelainan kongenital
IV. Multiparitas :
  • Resiko partus presipitatus
  • Resiko perdarahan pasca persalinan
V. Kehamilan kembar :
  • Resiko tinggi plasenta previa, solusio plasenta
  • Resiko tinggi kelainan letak, persalinan preterm
VI. Penyakit sistemik sebelum kehamilan :
  • Penyakit jantung, penyakit tiroid, penyakit ginjal dsbnya yang memerlukan pendekatan multidisipliner
FAKTOR RESIKO SELAMA KEHAMILAN
Selama kehamilan dapat timbul masalah atau keadaan tertentu yang menyebabkan kehamilan menjadi meiliki resiko tinggi. Sebagai contoh, seorang wanita hamil dapat terpapar dengan beberapa bahan teratogenik seperti radiasi. Bahan kimia tertentu, obat atau infeksi. Namun dapat pula terjadi gangguan-gangguan yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan.
Obat :
  • Obat anti jerawat
  • Obat anti kejang
  • Antibiotika tertentu ( streptomycin, teteracyclin)
  • Anti hipertensi ( ACE-angiostensin converting enzyme inhibitor )
  • Methrotexate ( blokade aktivitas asam folat )
  • Kokain :
    • Solusio plasenta
    • Persalinan preterm
    • Kematian neonatus
  • Alkohol :
    • Retardasi mental
  • Nikotin :
    • Kematian neonatus
    • Komplikasi kehamilan (persalinan preterm, plasenta previa, solusio plasenta, ketuban pecah dini, Pertumbuhan janin terhambat, retardasi mental dan ganguan perilaku)
1. Gangguan yang terjadi selama kehamilan
Selama kehamilan seorang wanita hamil dapat mengalami gangguan yang tidak terkait dengan kehamilan. Gangguan ini dapat meningkatkan resiko terhadap ibu dan atau anak antara lain demam tinggi, infeksi berat dan gangguan yang menyebabkan harus dilakukan operasi abdomen. Beberapa gangguan nampaknya lebih sering terjadi pada wanita hamil oleh karena adanya perubahan fisiologi selama kehamilan antara lain : penyakit tromboemboli, anemia dan infeksi traktus urinarius.
2. Komplikasi kehamilan
Komplikasi ini hanya terjadi selama kehamilan dan dapat mengenai ibu dan atau anak.
Antara lain :
  • Plasenta previa
  • Solusio plasenta
Perdarahan berlebihan selama kehamilan akan dapat menyebabkan renjatan dan berakibat fatal pada ibu dan anak bila tidak dtangani dengan baik.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar